Minggu, 23 November 2014

Tugas B. Inggris Deskriptif Text

Neymar da Silva Santos Junior
(Neymar Jr.)






Neymar da Silva Santos Junior, or commonly called Neymar Jr. is my idol. He was born in Sao Poulo, Brazil, February 5, 1992. He was a football player at FC Barcelona. His position is as a striker. He wears jersey number 11. And he also became the Brazilian national team.
Neymar has an oval face. His nose was sharp. His eyes were slightly slanted. Height 174 cm. In the body, there are some tattoos. Neymar like to dye her hair into brown color. He was very handsome when smiling. He skin is little bit brown.

Although still relatively young age of Neymar, but he already had a son named David Lucca at the age of 20 years. it was very surprising.




Kamis, 20 November 2014

Biografi Khalid bin Walid

Khalid bin Walid

                Khalid bin Walid radhiyallahu’anhu adalah seorang panglima perang yang termahsyur dan ditakuti di medan perang, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya gelar "Saifullah" yakni pedang Allah yang terhunus. Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang kariernya. ShahabatRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini masuk Islam pada tahun kedelapan hijriyah dan telah terjun dalam puluhan peperangan.

Khalid bin Walid adalah komando pasukan kaum muslimin pada perang yang masyhur yaitu perang Yamamah dan Yarmuk, dan beliau telah melintasi perbatasan negeri Iraq menuju ke Syam dalam lima malam bersama para tentara yang mengikutinya. Inilah salah satu keajaiban komandan perang ini.

Kelahiran

Khalid bin Walid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk di antara keluarga 
Nabi yang sangat dekat.Maimunah binti Al-Harits radhiallahu ‘anhu, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. DenganUmar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya.

Khalid bin Walid Masuk Islam

Dahulu sebelum masuk Islam Nama Khalid bin Walid sangat termashur sebagai panglima Tentara Kaum Kafir Quraisy yang tak terkalahkan. Begitu gagah dan perkasanya Khalid baik di Medan perang maupun ahli dalam menyusun strategi perang.

Khalid bin Walid masuk islam setelah pertempuran Uhud yang banyak merenggut para pejuang muslim. Dalam perang itu Khalid bin Walid menjadi panglima Tentara Kaum Kafir Quraisy. Ia masuk islam setelah mendengar lantunan ayat suci Al Qur'an surat al hujarat ( Qs 49:13 ) yang dibacakan oleh
 Bilal, seorang budak hitam dan buta hurup. Setelah itu,Nabi memberi gelar kepadanya dengan nama “Syaifulloh yang artinya “pedang Alloh yang terhunus. Setelah bergabungnya Khalid bin walid kedalam Islam, bertambah kuatlah pasukan Muslim hingga bisa menaklukan kota Mekkah dan Pasukan Kafir Quraiy.

Peran Khalid bin Walid dalam perang Mu'tah 

Saat terjadi pertempuran Mu'tah. jumlah tentara kaum muslimin pada saat itu sekitar tiga ribu personil sementara bangsa Romawi memilki dua ratus ribu personil, melihat tidak adanya keseimbangan jumlah tentara kaum muslimin di banding musuh mereka, terkuaklah sikap kesatria dan kepahlawanan kaum muslimin pada peperangan ini. 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan agar pasukan dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, dan jika dia terbunuh maka kepeminpinan berpindah kepada Ja’far bin Abi Thalib, dan jika terbunuh maka kepeminpinan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah.

Semua pemimpin di atas mati syahid pada peperangan ini, lalu bendera diambil alih oleh Tsabit bin Aqrom, dan dia berkata kepada kaum muslimin: Pilihlah seorang lelaki sebagai pemimpin kalian, maka mereka memilih Khalid bin Walid, maka pada peristiwa inilah tampak jelas keberanian dan kejeniusannya. Dia kembali mengatur para pasukan, maka dia merubah strategi dengan menjadikan pasukan sayap kanan berpindah ke sayap kiri dan sebaliknya pasukan sayap kiri berpindah ke sebelah kanan, kemudian sebagian pasukan diposisikan agak mundur, setelah beberapa saat mereka datang seakan pasukan batuan  yang baru datang, hal ini guna melemahkan semangat berperang musuh kemudian kesatuan tentara kaum muslimin terlihat menjadi besar atas pasukan kaum Romawi sehingga menyebabkan mereka mundur dan semangat mereka melemah. Pada perang Mu'tah, hanya beberapa kaumm muslimin yang menjadi korban, sedangkan di pihak kaum kafir banyak sekali. (baca cerita lengkapnya di: "Pertempuran Mu'tah")

Pertempuran lainnya

Khalid juga ikut serta dalam peperangan melawan kaum yang murtad, beliau juga ikut berperang menuju Iraq, dan para ulama berbeda pendapat tentang  sebab dipecatnya Khalid sebagai komando perang di Syam, dan semoga yang benar adalah apa yang dikatakan oleh Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu: Tidak, aku akan memecat Khalid sehingga masyarakat mengetahui bahwa sesungguhnya Allah membela agamanya tidak dengan Khalid.

Di antara ungkapannya yang agung adalah tidaklah sebuah malam di mana aku bersama seorang pengantin yang aku cintai lebih aku sukai dari sebuah malam yang dingin lagi bersalju dalam sebuah pasukan kaum muhajirin guna menyerang musuh.

Dia pernah menulis sebuah surat kepada kaisar Persia yang mengatakan, “Sungguh aku telah telah datang kepada kalian dengan pasukan yang lebih mencintai kematian sebagaimana orang-orang Persia menyenangi minum khamr.”

Qais bin Hazim berkata,  “Aku telah mendengar Khalid berkata, ‘Berjihad telah menghalangiku mempelajari Al-Qur’anul Karim.’”

Wafat

Meski Beliau sering aktif dalam banyak peperangan  menegakkan agama Allah, namun ia tidak gugur dalam pertempuran.

Abu Zannad berkata, “Pada saat Khalid akan meninggal dunia dia menangis dan berkata, ‘Aku telah mengikuti perang ini dan perang ini bersama pasukan, dan tidak ada satu jengkalpun dari bagian tubuhku kecuali padanya terdapat bekas pukulan pedang atau lemparan panah atau tikaman tombak dan sekarang aku mati di atas ranjangku terjelembab sebagaimana matinya seekor unta. Janganlah mata ini terpejam seperti mata para pengecut. ‘“

Dari Sahl bin Abi Umamah bin Hanif dari bapaknya dari kakeknya dari 
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meminta kepada Allah mati syahid dengan sebenarnya maka Allah akan menyampaikannya kepada derajat orang-orang yang mati syahid sekalipun dirinya mati di atas ranjangnya.”

Lalu pada saat wafat, dia tidak meninggalkan kecuali kuda, senjata dan budaknya yang dijadikannya sebagai sedekah dijalan Allah, pada saat berita kematian tersebut sampai kepada Amirul Mu’minin, Umar bin Al-Kattab dia berkata, “Semoga Allah meberikan rahmatnya kepada Abu Sulaiman, sesungguhnya dia seperti apa yang kami perkirakan.”

Dan disebutkan  di dalam hadits riwayat Umar bin Al-Khattab tentang zakat bahwa 
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun Khalid maka dia telah menyimpan baju besinya dan perlengkapan berperangnya di jalan Allah.”

Abu Bakar adalah orang yang bijaksana. Ketika ia tidak ridha dengan dilepaskannya Khalid bin Walid, ia berkata:

والله لا أشيم سيفا سله الله على عدوه حتى يكون الله هو يشيمه
“Demi Allah, aku tidak akan menghunus pedang yang Allah tujukan kepada musuhnya sampai Allah yang menghunusnya” (HR. Ahmad dan lainnya)

Khalid bin Walid wafat pada tahun 21 H. di Himsh pada usia 52 tahun.

Contoh Pantun MinangKabau

Pantun-Pantun Minang

A.  Pantun Agama
1.       Laka jo dulang dalam lubuak
Pandan baduri malendo jalan
Aka hilang paham tatumbuak
Basarah diri pado Tuhan
2.       Tajam alah celak pun ado
Tingga dibao manggunokan
Adaik alah syarak pun ado
Tingga dikito mamakaikan
3.       Baranang ka hulu aie
Jan lupo jo rantiang lapuak
Alah sanang hiduik di dunie
Kana juo ka mati isuak
4.       Indak dapek sarimpang padi
Batuang dibalah kaparaku
Indak dapek bak kandak hati
Kandak ALLAH nan balaku
5.       Alat baaluah jo bapatuik
makanan banang siku-siku,
kato nan bana tak baturuik
 ingiran bathin nan baliku.
B.  Pantun adat
1.       Talatak puntiang di hulu
Di bawah kumpulan tali
Aso mulo kato dahulu
Tigo limbago nan tajadi
2.       Alah bauriah bak sipasin,
 kok bakiek alah bajajak,
habih tahun baganti musim sandi
Adat jangan dianjak.
3.       Adat biaso kito pakai,
limbago nan samo dituang,
 nan elok samo dipakai
nan buruak samo dibuang.
4.       Bapuntuang suluah sia,
 baka upeh racun sayak batabuang,
paluak pangku Adat nan kaka,
kalanggik tuah malambuang.
5.       Dikaji Adat nan ampek,
itu pusako tanah Minang.
Nak tuah cari sapakaik,
nak cilako bueklah silang.


C.  Pantun nasehat
1.       Anjalai tumbuah dimunggu,
 sugi sugi dirumpun padi.
Supayo pandai rajin baguru,
supayo tinggi naikan budi.
2.       Anak nalayan mambaok cangkua,
mananam ubi ditanah darek.
Baban sakoyan dapek dipikua,
budi saketek taraso barek.
3.       Anjalai tumbuah dimunggu,
sugi sugi dirumpun padi.
Supayo pandai rajin baguru,
supayo tinggi naikan budi.
4.       Anak ikan dimakan ikan,
gadang ditabek anak tenggiri.
 Ameh bukan perakpun bukan,
budi saketek rang haragoi.
5.       Bakato bapikiri dulu,
 ingek-ingek sabalun kanai,
 samantang kito urang nan tahu,
 ulemu padi nan kadipakai
D.  Pantun Jenaka
1.       Rami urang ditangah balai,
Rami dek anak urang Tiku.
Bia kini kito bacarai,
Asalkan nanti kito batamu.
2.       Taluak Bayua ikannyo jinak,
Bao mamapeh dari sampan.
Ayam sikua musang kok banyak,
Raso kalapeh dari tangan.
3.       Rang Parik Putuih kalapau randah,
Mambao balam dalam sarangnyo.
Kasieh putuih sayang tak sudah,
Lauik nan dalam nan di hadangnyo.
4.       Kain batiek tabang mangirok.
Unduang-unduang anak rang Bayang.
Tampak adiek darah tasirok,
Badan bak raso bayang-bayang.

5.       Bia badarai padi sipuluik,
Jiko badarai mangko dikaka.
Bia bacarai kito dimuluik,
Asa dihati indak batuka.

Kata-Kata Bijak

Kata-Kata Bijak


1.    Setiap hari adalah perang, antara dirimu dengan pikiran negatifmu.
2.    Lebih baik dibenci tetapi menjadi diri sendiri, Dari pada dipuji tetapi menjadi orang lain.
3.    Jangan pernah melihat kebelakang karena akan mengingatkan masa lalumu, Tapi lihat kedepan sekelilingmu karena itulah hari barumu.
4.    Orang yang baik bukan orang yang selalu memuji diri kita, Tapi orang yang baik selalu membantu kita dalam segala keadaan.
5.    Jangan pernah takut untuk mempunyai cita-cita tinggi, Yang patut kita takutin adalah ketika tidak mempunyai cita-cita, dan itu terjadi.
6.    Jangan sibuk mencari yang sempurna, Jika yang sederhana pun mampu membuatmu bahagia.
7.    Salah satu ''Kunci Sukses'' adalah memaksimalkan yang ada dan memaksimalkan yang anda suka.
8.    Sesuatu yang terbesar dalam hidup ialah mengampuni orang yang menyakiti kita dan tetap mengasihinya.
9.    Apapun yang terjadi dimasa lalu telah membentuk dirimu hari ini,Dan hari ini hanya kamu yang bisa menentukan masa depanmu.
10. Perubahan tidak menjamin tercapainya perbaikan,Tetapi tidak mungkin ada perbaikan yang dicapai tanpa ada perubahan.
11.  Seburuk apapun masalah yang kamu hadapi,Jika kamu masih tetap berdiri.Kamu jadi pribadi yang kuat saat ini.
12.  Terkadang,Senyum tak hanya cara tuk sembunyikan luka,Karena itu juga cara tuk bertahan pada bahagia yang tersisa.
13.  Cara terbaik tuk melupakan masa lalu adalah tidak dengan menghindari atau menyesalinya,Namun dengan menerima dan memaafkannya.
14.  Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, Yaitu: Kepercayan,Cinta,dan rasa hormat.
15.  Setiap ada awal pasti ada akhir,Tiap masalah pasti ada solusi.Jangan pernah menyerah,Percaya diri dan kebahagian menanti.
16.  Hidup memerlukan pengorbanan.Pengorbanan memerlukan perjuangan.Dan perjuangan memerlukan ketabahan.
17. Jangan mengukur kebijaksanaan hanya karena kepandaiannya berkata-kata tapi juga perlu dinilai buah pikiran serta tingkah lakunya.
18. Apapun yang telah kamu lakukan,Apapun kesalahanmu,Kamu akan selalu menemukan kata maaf dalam hati seorang ibu.
19.  Harapan tinggallah harapan jika tidak disertai tindakan,Impian tinggallah impian jika tidak selaras dengan kemampuan.
20. Jangan habiskan waktumu untuk mencemaskan apa yang orang lain lakukan.
Fokuskan dirimu pada apa yang kamu lakukan. Berikan yang terbaik!
21.  Jika kamu bertemu orang yang bisa membuatmu tersenyum ketika orang lain membuat menangis, teruslah bersamanya.
22. Belajarlah menjadi teman terbaik bagi diri sendiri, jangan sampai kamu menjadi
musuh terburuk dirimu sendiri.
23.  Jangan hitung berpa kali orng menyakiti mu dan meninggalkan mu, tapi hitunglah berpa kali kou menyakiti dan meninggalkan TUHAN, taip IA tidak pernah meninggalkan mu
24. Jika kamu berdoa, jangan meminta kehidupan yang mudah, tetapi mintalah kepada tuhan untuk menjadikanmu pribadi yang kuat.

25.  Waktu, mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri.

Budaya Alam MinangKabau - KABA Siti Baheram

Siti Baheram

·         Judul              : Siti Baheram
·         Pemain            : 1. Siti Baheram                   = seorang perempuan yang mempunyai                                                                                 satuoranganak
                          2. Si Bujang Juki               = seorang preman yang luntang lantung
                          3. Si Buyuang Gambuik      = teman akrab Bujang Juki
                          4. Ajo Saidi                         = suami Siti Baheram                                                          
  5. Mandeh Siti Baheram   = seorang ibu yang pengasi                                                      6. Mandeh Si Juki              = seorang ibu yang memanjakan anaknya

·         Pengarang      :  Sjamsudin St. Radjo Endah
·         Ringkasan cerita       : Pada masa dahulu di Pariaman ada seorang
pemuda bernama Bujang Juki. Bujang Juki adalah seorang anak yang sangat dimanjakan oleh ibunya,  semua keinginannya selalu dipenuhi oleh ibunya. Bujang Juki tidak disekolahkan dan juga tidak mengajai, tapi dia suka berjudi. Orang-orang kampung sering mengingatkan ibu Bujang Juki agar tidak terlalu memanjakan anaknya, tapi ibunya tidak menghiraukan karena Bujang Juki adalah anak satu-satunya.
             Bujang Juki mempunyai teman akrab bernama Buyuang Gambuik.  Suatu hari, saat itu hujan deras dan angin ribut mereka di sebuah pondok mereka berdua bercerita tentang hidup mereka yang miskin. Setelah berbincang-bincang cukup lama akhirnya hujan reda dan mereka memutuskan untuk pergi dari pondok itu. Setelah beberapa lama berjalan mereka sampai di depan rumah Siti Baheram. Siti Baheram merasa kasihan melihat mereka berdua, lalu dia mengajak mereka masuk ke dalam untuk istirahat dan makan. Setelah makan Bujang Juki dan Buyuang Gambuik pamit pulang dan Siti Baheram memberi mereka uang untuk membeli rokok.
            Dalam perjalanan pulang Bujang Juki mengingatkan pada Buyuang Gambuik bahwa besok adalah hari selasa. Pada hari selasa banyak orang yang bermain judi di sungai Pasak, dan jika mereka menang hidup mereka bisa sedikit berubah. Tapi mereka tidak mempunyai uang tidak mempunyai uang, karena itu mereka pergi ke rumah Bujang Juki untuk minta uang pada ibunya. Ternyata ibunya tidak punya uang, akhirnya ibunya menjual barang yang ada di rumah karena dia Bujang Juki memaksa untuk memberi uang. Dia menjual barang-barang itu pada tetangga dan dia memberikan uang itu pada Bujang Juki.
            Setelah mendapat uang Bujang Juki dan Buyuang Gambuik pergi ke sungai Pasak. Mereka berjalan dengan cepat karean tidak sabar ingin segera sampai. Setelah beberapa lama kemudian mereka akhirnya sampai, mereka lalu ke ekdai untuk makan.
            Setelah makan, mereka membayarnya dan keluar dari kedai itu untuk melihat-lihat orang yang sedang main di luar. Mereka juga ikut bermain, beberapa lama kemudian mereka selesai bermain dan kalah.
            Sementara itu mamak Siti Baheram yaitu Angku Kapalo teringat bahwa Saidi, suami Siti Baheram sudah lama tidak pulang. Lau dia pergi ke rumah Siti Baheram dan menyuruhnya ke rumah Sidi untuk mencarinya. Sesampainya di rumah mertuanya Siti Baheram menanyakan tentang suaminya pada mertuanya. Karena mertuanya mengatakan bahwa Saidi belum pulang Siti Baheram memutuskan untuk pulang. Tapi mertuanya melarang Siti Baheram pulang karena sudah terlalu senja. Tapi Siti Baheram tetap pulang karena anaknya yang ditinggal di rumah masih kecil.
            Dalam perjalanan pulang Siti Baheram melihat dua orang yang sedang duduk menjongkok di antara semak-semak. Ternyata orang itu adalah Bujang Juki dan Buyuang Gambuik. Saat melihat Siti Baheram Bujang Juki dan Buyuang Gambuik langsung berdiri. Mereka bermaksud untuk merampoknya. Saat itu Bujang Juki mengeluarkan pisau untuk membunuh Siti Baheram. Buyuang Gambuik melarang Bujang Juki membunuh Siti Baheram karena dia dulu pernah menolongnya saat mereka kelaparan. Tapi Bujang Juki takut Siti Baheram melaporkan kejadian ini pada Angku Kapalo, mamaknya. Akhirnya dia menendang Buyuang Gambuik, dan membunuh dan merampas semua perhiasan yang dipakai Siti Baheram.
            Dirumah Siti Baheram ibunya merasa cemas karena Siti Baheram belum pulang. Dia berpikir Siti Baheram menginap di rumah mertuanya. Lau dia pergi ke rumah mertua Siti Baheram untuk menanyakan hal itu. Setelah tau Siti Baheram tidaka ada di situ dia pergi kerumah Angku Kapalo untuk melaporkan bahwasb hilang. Kabar itu disampaikan pada semua orang-orang kampung. Orang-orang kampung sepakat untuk mencari Siti Baheram, akhinya mereka menemukan mayat Siti Baheram tergeletak di semak-semak. Setelah itu mereka menguburkan myat Siti Baheram.
          Setelah mayat Siti Baheram dikuburkan polisi mencari orang yang telah membunuh Siti Baheram. Para polisi itru menangkap semua pejudi yang ada, tapi diantara mereka tidak ada yang mengaku telah membunuh Siti Baheram. Saat menangkap penjudi itu mereka tidak menemukan Bujang Juki dan Buyuang Gambuik, mereka mencurigai mereka yang telah membunuh Siti Baheram. Setelah mencari-cari kemana-mana akhirnya mereka berhasil ditangkap dia acara pacuan kuda di Bukittinggi. Bujang Juki mengaku telah membunuh Siti Baheram dan merampoknya. Lalu mereka berdua dipenjarakn di penjara Pariaman untu menunggu keputusan selanjutnya.

            Tidak lama kemudian diputuskan bahwa Buyuang Gambuik bebas karena dia tidak ikut membunuh Siti Baheram dan dia masih berumur dbawah 17 tahun. Buyuang Gambuik juga telah melarang Bujang Juki untuk membunuh Siti Baheram. Bujang Juki mendapat hukuman gantung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.